March 30, 2015

Perbedaan Konseling dan Psikoterapi Serta Bentuk-Bentuk Utama Terapi


PERBEDAAN PSIKOTERAPI DAN KONSELING
Menurut Brammer dan Shostrom (dalam Gunarsa, S. D., 2007) perbedaan antara konseling dan psikoterapi adalah:

NO
KONSELING
PSIKOTERAPI
1
Educational
Supportive (dalam keadaan krisis)
2
Vocational
Reconstructive
3
Supportive
Depth Emphasis
4
Situational
Analytical
5
Problem Solving
Focus on the Past
6
Conscious Awareness
Neurotics
7
Normal
Other Severe Emotional Problems
8
Present-time
Long-term
9
Short-term


Sedangkan perbedaan konseling dan psikoterapi menurut kesimpulan dari Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983) (dalam Gunarsa, S. D., 2007) sebagai berikut:

NO
KONSELING
PSIKOTERAPI
1
Untuk Klien
Untuk Pasien
2
Gangguan yang Kurang Serius
Gangguan yang Serius
3
Masalah Jabatan; Pendidikan
Masalah Kepribadian dan Pengambilan Keputusan
4
Berhubungan dengan Pencegahan
Berhubungan dengan Penyembuhan
5
Lingkungan Pendidikan dan Non Medis
Lingkungan Medis
6
Berhubungan dengan Kesadaran
Berhubungan dengan Ketidaksadaran
7
Metode Pendidikan
Metode Penyembuhan


BENTUK UTAMA DARI TERAPI
Psikoterapi menurut Phares (dalam Markam 2007) dapat dibedakan menjadi dua aspek, yaitu menurut taraf kedalamannya dan menurut tujuannya. Menurut kedalamannya dibedakan menjadi:
1.      Psikoterapi Supportive, bertujuan untuk memperkuat perilaku penyesuaian diri klien yang sudah baik, memberi dukungan psikologis dan menghindari diri dari usaha untuk menggali apa yang ada dalam alam bawah sadar klien. Alasan penghindaran karena kalau akan “dibongkar” ketidaksadarannya, klien ini mungkin akan menjadi lebih parah dalam penyesuaian dirinya. Psikoterapi suportif biasanya dilakukan untuk memberikan dukungan pada klien untuk tetap bertahan menghadapi kesulitannya.
2.      Psikoterapi Reeducative, bertujuan untuk mengubah pikiran atau perasaan klien agar ia dapat berfungsi lebih efektif. Terapis mengajak klien atau pasien untuk mengkaji ulang keyakinan kilen, mendidik kembali agar ia dapat menyesuaikan diri lebih baik setelah mempunyai pemahaman yang baru atas persoalannya. Terapis tidak hanya membatasi diri membahas kesadaran saja, namun juga tidak terlalu menggali ketidaksadaran. Psikoterapi jenis reedukatif ini biasanya yang terjadi dalam konseling.
3.      Psikoterapi Reconstructive, bertujuan untuk mengubah seluruh kepribadian pasien/klien, dengan menggali ketidaksadaran klien, menganalisis mekanisme defensif yang patologis, member pemahaman akan adanya proses-proses tak sadar dan seterusnya. Psikoterapi jenis ini berkaitan dengan pendekatan psikoanalisis dan biasanya berlangsung intensif dalam waktu yang sangat lama.

Referensi:
Gunarsa, Singgih D.(1996).Konseling dan Psikoterapi.Jakarta: BPK Gunung Mulia 
Markam, S.L.S., Sumarmo.(2007).Pengantar Psikologi Klinis.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press) 



March 19, 2015

APA ITU PSIKOTERAPI?




PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Menurut Wolberg (1954) psikoterapi adalah suatu bentuk perawatan (atau perlakuan, treatment) terhadap masalah yang timbul yang pada asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih, dengan terencana menngadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simptom dan mencegah agar simptom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif.

Sedangkan Ivey dan Simek-Downing (1980) mengemukakan bahwa psikoterapi adalah proses jangka panjang, berhubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar pada struktur kepribadian.

Lebih lanjut lagi, dalam buku Kesehatan Mental 3 psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan pasien supaya membantu pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang menjadi seorang individu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa psikoterapi adalah suatu treatment berupa interaksi sistematis antara pasien dan terapis dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi untuk membantu pasien merubah tingkah laku, pikiran, serta perasaan menjadi lebih positif.

TUJUAN PSIKOTERAPI
Tujuan psikoterapi menurut para ahli:
Hanh dan MacLean (1955) mengemukakan tujuan psikoterapi, yaitu:
1.      Menangani penyimpangan yang merusak kemudian menangani usaha pencegahan
2.      Untuk penyembuhan

Mowrer (1953) menyebutkan tujuan psikoterapi adalah:
1.      Untuk menyembuhkan pasien yang menderita neurosis-kecemasan (neurotic-anxiety)

Tyler (1961) berpendapat bahwa tujuan psikoterapi adalah:
1.      Untuk melakukan perubahan pada struktur dasar perkembangannya
2.      Berhubungan dengan perubahan kepribadian
3.      Berhubungan dengan konflik yang ada dalam diri seseorang

Wolberg (1954) menjelaskan tujuan psikoterapi adalah:
1.      Merekonstruksi kepribadian seseorang

Hingga pada akhirnya Blocher (1966) menyimpulkan tujuan psikoterapi adalah:
1.      Remediative
2.      Adjustive
3.      Therapeutic

UNSUR-UNSUR PSIKOTERAPI
Masserman (1984) mengemukakan bahwa unsur-unsur psikoterapi terbagi menjadi delapan parameter pengaruh dasar, yaitu:
1.      Peran sosial (Martabat)
2.      Hubungan (Persekutuan Terapeutik)
3.      Hak
4.      Retrospeksi
5.      Reduksi
6.      Rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku berat)
7.      Resosialisasi
8.      Rekapitulasi

REFERENSI:
Gunarsa, S. D.(2007).Konseling dan Psikoterapi.Jakarta: Gunung Mulia
Guze, B., Siegal, D. J., Maulany, R. F.(1997).Buku Saku Psikiatri.Jakarta: EGC
Semiun, Y.(2006).Kesehatan Mental 3.Yogyakarta: Kanisius