April 7, 2013

Energi Alternatif


HYBRID MICRO THERMOELECTRIC GENERATOR

Mahasiswa Universitas Brawijaya (Rahmad Ananta, Dessy Lina Rachmawati dan Rifka Fahriza Jauhari) berhasil menciptakan energi alternatif memanfaatkan perbedaan suhu udara. Temuan mengacu pada sistem kerja dispencer ini diberi nama Hybrid Micro Thermoelectric Generator. Hybrid Micro Thermoelectric Generator adalah sejenis pembangkit listrik yang dihasilkan lebih dari satu sumber yang memanfaatkan perbedaan suhu udara dingin dan panas. Untuk menciptakan sebuah energi listrik memerlukan suhu panas dan dingin dengan perbandingan 1:2. Jika suhu dinginnya 60 derajat celcius, maka suhu panasnya berkisar 30 derajat celcius, atau bisa juga sebaliknya. 

Hybrid Micro Thermoelectric Generator juga bisa memanfaatkan perbandingan suhu di dalam dan di luar rumah. Sumber suhu yang lain juga bisa didapat melalui air panas, air dingin, es, geyser atau salju. Pada suatu daerah yang mempunyai suhu ekstrem, seperti di daerah kutub dan padang pasir alat Hybrid Micro Thermoelectric masih bisa digunakan selama ada selisih perbedaan suhu. 

Sumber energi listrik yang dihasilkan oleh Hybrid Micro Thermoelectric Generator, berasal dari suatu lempeng yang bernama Elemen Peltier. Elemen Peltier itulah yang nantinya mentransmisikan suhu dingin dan panas menjadi suatu energi listrik. Satu lempeng elemen bisa menampung minimal 12 Volt Ampere hingga maksimal 80 Volt Ampere.

Dengan pola kerja seperti itu, Hybrid Micro Thermoelectric Generator juga bisa digunakan untuk kebutuhan energi listrik besar, seperti menggerakkan mesin industri. Sehingga dapat menggantikan energi listrik yang lainnya.

Karena keunggulan yang dimliki Hybrid Micro Thermoelectric Generator, maka ketiga mahasiswa FT UB tersebut berinisiatif untuk segera mematenkannya.

No comments:

Post a Comment